Sering galau ketika harus meninggalkan bayi ASI karena harus bertugas keluar kota? Apakah harus mengalah dengan sufor? Atau harus mencari donor? Atau menolak tugas ini dengan alasan masih menyusui?
Fuhh, dilematis ya Bun? Buat Bunda yang Working Mom (WM), kesulitan membagi waktu dan harus menghadapi tuntutan profesional serta tanggungjawab memberikan ASI EKSKLUSIF adalah tantangan terbesar bagi WM. Salah satunya adalah ketika harus meninggalkan si kecil bertugas ke luar kota dengan waktu yang cukup lama.
Nah, saya berharap pengalaman ini dan mungkin tips berikut ini dapat berguna buat para WM yang masih memberikan ASI.
Saya sering bepergian dan kadang harus keluar kota sejak usia Zidane kurleb 4 bulan, awalnya saya juga kebingungan dan panik dengan kondisi ini, seperti bunda – bunda yang lain. Yang terfikir pertamakali adalah mencari donor ASIP. Belum lagi bingung karena tidak punya pengasuh yang ditinggali si kecil di rumah. Waktu itu saya mencoba membuat daftar pertanyaan – pertanyaan yang ternyata sangat membantu saya memetakan kebutuhan – kebutuhan ASI selama bertugas.
Berikut daftar pertanyaan yang saya buat ;
1) Berapa lama saya pergi?
2) Berapa ukuran 1x minum ASIP bayi kita sekarang?
3) Berapa total kebutuhan ASIP/hari?
4) Berapa banyak waktu saya untuk stok ASIP ekstra?
5) Bagaimana cara memenuhi target stok asip?
6) Dimana saya harus menginap?
7) Transportasi apa yang akan saya gunakan? Apakah ada pilihan transportasi yang lebih cepat agar waktu saya lebih singkat?
8) Apa yang harus dilakukan saat bertugas? (apa yang dilakukan ditempat tujuan?
9) Alat Apa saja yang harus disiapkan?
Daftar pertanyaan itu dapat membantu saya saat lebih dahulu menghubungi panitia, hotel dan tempat saya bertugas apakah saya boleh pumping dan yang terpenting apakah ada kulkas untuk menumpang menyimpan ASIP. Pilihan rute dan alat transportasi perjalanan juga diperlukan untuk mengetahui fasilitas apa saja yang bisa saya peroleh dan mengatur seberapa lama ASIP saya bisa bertahan sehingga bisa diperhitungkan berapa jumlah icegel/icepack yang harus saya miliki. Yang terpenting adalah kalkulasi berapa banyak ASIP yang dibutuhkan.
Dibahas satu – satu ya?
Berapa Lama Saya Pergi?
Kalkulasi berapa lama Bunda pergi dengan memasukkan hitungan 2 hari tambahan yaitu hari keberangkatan dan kepulangan. Karena kesibukan saat hari keberangkatan biasanya tidak memungkinkan kita memerah ASI. Hari kepulangan juga bisa menjadi molor jika sudah berurusan dengan delayed schedule pesawat atau hal – hal lain.
Berapa Ukuran untuk Sekali Minum ASIP Bayi saat ini?
Untuk mengetahui berapa kebutuhan minum ASIP bayi, simpan ASIP untuk 1x minum, umumnya mengikuti perkembangan besar lambung pada bayi muda <6bulan 1x minum adalah 55-60ml (kira – kira kurang lebih separuh dari botol kaca UC). Jika ternyata pada bayi yang lebih tua membutuhkan lebih, bisa ditambahkan kurang lebih 10ml sampai dengan jumlah ideal kurang lebihnya. Tidak harus saklek/kaku untuk menetapkan jumlah ini. Hal ini diperlukan untuk membantu pihak yang dititipi bayi agar saat menyiapkan ASIP, botol ASIP siap untuk 1x minum. Selain memudahkan dalam pemberian ASIP, hal ini diharapkan tidak ada ASIP yang terbuang karena tidak segera diminum/karena kelebihan stok.
Berapa Total Kebutuhan Stok ASIP Per Hari-nya?
Sekarang menghitung kebutuhan ASIP yang tepat untuk 1x minum, Selanjutnya adalah menghitung kebutuhan ASIP perhari. Lihat saja berapa jumlah botol dengan isi 1x minum, yang dihabiskan saat kita tinggal selama 12 jam. Misal ternyata 1 hari menghabiskan 6 botol selama 12 jam, maka Jika kita sudah tau kebutuhan pas ASIP adalah 60ml x 6 botol = 360ml. Tambahkan dengan ASIP Ekstra 60ml x 3 botol = 180ml. Maka total kebutuhan sehari adalah 360ml + 180ml = 540ml/hr. Hal ini dapat berlaku berbeda untuk tiap bayi. Tetapi kurang lebih simulasinya seperti ini yang membuat Zidane selalu cukup ASIP meski saya tinggal cukup lama.
Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk Menambah Stok ASIP?
Setelah menghitung berapa hari bunda pergi. Perhitungkan berapa lama waktu yang tersisa. Misalnya ; bunda harus pergi dinas 5 hari. Ditambah dengan 2hari perjalanan jadi total 7hari. Bunda akan pergi 1 bulan lagi. Berarti ada 30 hari yang tersisa untuk stok ASIP. Lalu seperti simulasi perhitungan di atas, maka kebutuhan ASIP selama bunda tinggal adalah ;
540ml/hari x 7 hari = 3780ml
3780ml/30 hari = 126 ml/hari atau
3780ml/60 ml = 63 botol @60ml
Maka Bunda harus menyicil stok ASIP per hari minimum 126ml atau 2botol ASIP isi @60ml untuk 1x minum...
Susah mengejar target ini jika dalam angka 3liter lebih? Iya, tapi ternyata jika kita cicil, InsyaAllah bisa sehari 2botol ASIP.
Bagaimana Cara Memenuhi Target Stok ASIP?
Pada beberapa ibu, hitungan ini membuat ibu justru tertekan, kembali ke prinsip produksi ASI, bahwa ASI diproduksi On Demand, semakin sering dihisap dan di pompa, semakin banyak produksinya.
Tipsnya ;
1) Buat acara prepare ini menjadi menyenangkan, akan bertemu teman baru, berada di tempat baru, tantangan baru dan “istirahat sejenak” setelah masa melahirkan, menyusui dan bekerja.
2) Pumping lebih sering dan TERATUR. Keteraturan ini yang tetap menjaga produksi.
3) Pada awal membentuk pumping yang lebih sering, sebaiknya tidak berorientasi HASIL yaaa.. tapi PROSES... 4) pumping saat menyusui, samping kiri dihisap bayi, sebelah kanan di pumping, biasanya hasil pumpingnya lebih banyak (metode ini yang saya gunakan untuk nyetok ASIP)
Dimana Saya harus Menginap?
Dimana posisi kita akan menginap selama bertugas penting karena kita tetap harus pumping di tempat tujuan untuk tetap menjaga produksi ASI. Yang perlu diperhatikan adalah apakah ditempat tersebut tersedia lemari pendingin/freezer yang bisa dipinjam untuk menyimpan ASIP. Hubungi pihak tempat kita menginap, bisa juga diperhitungkan jika kita harus berpindah – pindah tempat menginap. Umumnya hotel/penginapan tentu menyediakan lemari pendingin. jika berada ditempat/harus menginap ditempat/dikamar yang tidak tersedia kulkas di kamar, maka bisa menyewa freezer dapur penginapan. Tidak masalah jika harus membayar lebih untuk sewa ini kan?
Transportasi Apa yang akan Saya Gunakan? Apakah ada Pilihan Trasnportasi yang Lebih Cepat agar Mempersingkat Waktu Perjalanan?
Untuk keberangkatan yang menggunakan pesawat <3 jam penerbangan, saat berangkat tidak terlalu ribet. Tetapi jika menggunakan pesawat/kereta api/jalur darat dengan perjalanan yang >3jam, mulai perhitungkan bagaimana mengatur waktu pumping selama perjalanan. Di kereta sebaiknya membawa selimut lebar (atau sewa jika kelas bisnis dan ada fasilitas selimut untuk kelas Eksekutif plus boleh pinjam kulkas, Cuma agak repot) agar bisa pumping dibawah selimut. Daripada menggunakan toilet. Pilihan pumping di kereta juga bisa di gerbong ruang makan keretanya. Jika di dalam pesawat, sampaikan kepada pramugari bahwa Bunda bepergian tanpa bayi. Dan meminta izin dimana kira – kira anda bisa pumping. Saat ini, terminal – terminal besar telah menyediakan ruang laktasi untuk pumping yang lebih nyaman. Hindari menggunakan toilet umum di terminal, kereta juga toilet pesawat karena memang tidak nyaman dan tidak higienis. Lebih mudah minta izin di musholla atau di kafe/kantin/warung terminal. Pilihan transportasi tentunya bergantung pada budget, jarak dan lokasi. Namun prioritaskan keamanan dan kenyamanan kita sebagai ibu menyusui. Perhatikan bagaimana perjalanan berangkat, sehingga dapat diperhitungkan berapa icegel&icepack yang dibutuhkan untuk perjalanan pulang nanti.
Apa yang Harus dilakukan Saat di Tempat Tugas?
Saat ditempat bertugas, sebaiknya bunda tetap pumping. Jika jadwal padat, usahakan pumping minimal 2-3 kali, bangun tidur/setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Jika terlalu bengkak, sampaikan ke pimpinan untuk diizinkan untuk pumping selama 10menit saat makan siang. Lebih mudah hasil pumping dalam sehari dijadikan satu jika sedikit. Jika tidak, masukkan langsung ke freezer untuk dibekukan. Selain menjaga produksi ASI, tentunya ASI yang tidak diperah menyebabkan payudara bengkak dan tidak nyaman.
Peralatan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Apa saja? Kita bagi dua barang – barang yang dibutuhkan, yaitu pertama perlengkapan yang akan kita bawa selama diperjalanan seperti 1) pompa ASI (pasti) yang mudah dibersihkan, 2) botol penyimpan ASI yang ringan, saya tidak merekomendasikan plastik karena tidak tahan lama dan sangat tidak direkomendasikan membawa botol kaca karena berat dan resiko pecah. 3) coolerbag 4) icegel kecil kecil yang bekunya lebih cepat. Jika icegel/icepack yang lebih dari 200ml mencair karena proses perjalanan yang lama, ini bisa jadi masalah di bandara ~pengalaman pribadi L ~ 5) cooler box.
Jika menggunakan pesawat, lebih baik membawa 2 cooler box ukuran 6L dibandingkan membawa cooler box yang kapasitas lebih besar karena ada kemungkinan tidak diizinkan masuk kabin. Karena Sebaiknya ASIP dibawa ke kabin saja. Sampaikan kepada petugas bahwa anda membawa ASIP dan icegel. Tidak masalah jika mereka minta menunjukkan isi coolerbox kita. 6) cold sterilizer (sabun khusus untuk sterilisasi dengan air dingin). Untuk meringankan, simpan dalam botol kecil yang rapat (akhirnya ada alasan mengapa saya suka membawa pulang botol – botol kosong sisa sabun/sampo di hotel..).
Membawa sterilizer panas sangat tidak praktis meskipun ada sterilizer yang dikhususkan untuk travelling. Tapi saya tidak menyarankan karena terlalu banyak barang yang akan dibawa.
Kedua adalah barang – barang yang perlu disiapkan untuk bayi di rumah. Selain media pemberian ASIP yang sudah biasa digunakan, maka harus memiliki stok botol sesuai perhitungan stok ASIP sebelumnya.
Yang terpenting adalah sounding pada bayi agar bayi tenang selama Bunda bekerja. Sounding tentang bayi yang mau minum ASIP saat ditinggal Bunda bekerja dan mau mimik ASI saat Bunda pulang bekerja. Kekuatan sounding ibu dan bayi (terutama sounding saat menyusui) luar biasa, dan sounding dengan kalimat yang salah malah menyulitkan pihak yang mengasuh bayi juga membuat ibu tidak tenang selama bertugas.
Semoga bermanfaat ya Bunda...
Anak dan profesionalisme pekerjaan adalah pilihan. Tetapi bukan tidak mungkin menjalankan keduanya...
Catatan;
Tulisan ini pernah saya upload di Facebook melalui Grup AFB Kalsel, tahun 2014-2016. Saya lupa persisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar