PENDAHULUAN
Analisis
korelasi sederhana dengan Rumus Pearson merupakan suatu teknik statistik yang
dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan 2 variabel. Selaian itu dapat
mengetahui bentuk hubungan antara 2 variabel tersebut dengan hasil yang
sifatnya kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud disini
apakah hubungan tersebut kuat, lemah,
atautidak kuat sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk
korelasinya linear positif atau linear
negatif. Data yang dianalisis merupakan data yang berskala atau berasio.
Analisis
korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan
hubungan antara dua variabel, dan untuk
mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan
seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam SPSS ada tiga
metode korelasi sederhana (bivariate
correlation) diantaranya Pearson
Correlation, Kendall’s tau-b, dan Spearman
Correlation. Pearson Correlation digunakan untuk data berskala interval
atau rasio, sedangkan Kendall’s tau-b,
dan Spearman Correlation lebih cocok
untuk data berskala ordinal.
Kekuatan
Hubungan antara 2 Variabel biasanya disebut dengan Koefisien Korelasi dan
dilambangkan dengan symbol “r”. Nilai Koefisian r akan selalu berada di antara
-1 sampai +1. Nilai korelasi (r) berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin
mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat,
sebaliknya nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin
lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (jika X meningkat maka Y naik)
dan nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik maka Y turun).
Sugiyono
(2017: 257) membuat pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi
sebagai berikut:
0,00 - 0,199
= sangat rendah
0,20 - 0,399
= rendah
0,40 - 0,599
= sedang
0,60 -
0,799 = kuat
0,80 -
1,000 = sangat kuat
KORELASI
BISERIAL 2 VARIABEL
Korelasi Product Moment merupakan rumus statistik korelatif
yang dapat dipakai untuk mengetahui jenis dan efektivitas hubungan antar dua
variabel, dalam hal ini satu variabel bebas (independent variable)
dengan satu variabel terikat (dependent variable).
Supriyoko (2019)
menyebutkan bahwa Korelasi Product Moment bisa dijalankan asalkan memenuhi
persyaratan berikut;
1.
Satu prediktor versus
satu kriterium
2.
Datanya Interval/Ratio
versus Interval/Ratio.
3.
Bentuk garis regresinya
adalah linear (lurus).
4.
Distribusi datanya
adalah normal (tidak mutlak).
Dickson (2017) menyebutkan pearson
correlation digunakan pada ;
1.
Data interval dan rasio
2.
Distribusi data normal
3.
Terdiri dari dua variable
4.
Terdiri dari
1 Variabel X (Independen)
5.
Terdiri dari
1 Variabel Y (dependen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar