Senin, 24 Desember 2018

ANALISIS KORELASI BIVARIATE 2 VARIABEL X MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS16 (Bagian 1 ; Pengantar)

 PENDAHULUAN

Analisis korelasi sederhana dengan Rumus Pearson merupakan suatu teknik statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan 2 variabel. Selaian itu dapat mengetahui bentuk hubungan antara 2 variabel tersebut dengan hasil yang sifatnya kuantitatif. Kekuatan hubungan antara 2 variabel yang dimaksud disini apakah hubungan tersebut kuat, lemah,  atautidak kuat sedangkan bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya linear positif  atau linear negatif. Data yang dianalisis merupakan data yang berskala atau berasio.

Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel,  dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam SPSS ada tiga metode korelasi sederhana (bivariate correlation) diantaranya Pearson Correlation, Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation. Pearson Correlation digunakan untuk data berskala interval atau rasio, sedangkan Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation lebih cocok untuk data berskala ordinal.

Kekuatan Hubungan antara 2 Variabel biasanya disebut dengan Koefisien Korelasi dan dilambangkan dengan symbol “r”. Nilai Koefisian r akan selalu berada di antara -1 sampai +1. Nilai korelasi (r) berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat, sebaliknya nilai mendekati 0 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (jika X meningkat maka Y naik) dan nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik maka Y turun).

Sugiyono (2017: 257) membuat pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut:

0,00    -   0,199    = sangat rendah

0,20    -   0,399    = rendah

0,40    -   0,599    = sedang

0,60    -   0,799    = kuat

0,80    -   1,000    = sangat kuat

 KORELASI BISERIAL 2 VARIABEL

Korelasi Product Moment merupakan rumus statistik korelatif yang dapat dipakai untuk mengetahui jenis dan efektivitas hubungan antar dua variabel, dalam hal ini satu variabel bebas (independent variable) dengan satu variabel terikat (dependent variable).

Supriyoko (2019) menyebutkan bahwa Korelasi Product Moment bisa dijalankan asalkan memenuhi persyaratan berikut;

1.        Satu prediktor versus satu kriterium

2.        Datanya Interval/Ratio versus Interval/Ratio.

3.        Bentuk garis regresinya adalah linear (lurus).

4.        Distribusi datanya adalah normal (tidak mutlak).

Dickson (2017) menyebutkan pearson correlation digunakan pada ;

1.        Data interval dan rasio

2.        Distribusi data normal

3.        Terdiri dari dua variable

4.        Terdiri dari 1 Variabel X (Independen)

5.        Terdiri dari 1 Variabel Y (dependen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar