Selasa, 09 Maret 2021

RIVER WHEN THE MOON RISES

 Akhirnya, menulis tentang drama koreaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† (semua akan kekoreaan pada akhirnya, ~ Nessia, 2020)

Setelah on going menonton drama saeguk kocak Mr. Queen, VIU ngasih teaser drama saeguk baru. Tapi, biasa lah, kalo mau nonton drama korea, saya harus lihat dulu siapa aktornya, πŸ˜‹.

Pertama lihat promote River When The Moon Rises, ada Kim So Hyun, dari School 2015 dan Ji Soo, dari Strong Woman Do Bong Soon. Karena gak terlalu terkesan dengan akting kedua main lead-nya di drama sebelumnya, saya auto males nonton. Selain alasan udah cukup lah nonton drakor on going-nya, saya juga belum move on dari Mr Queen, masih nonton spin off  dan menunggu commentary Mr Queen.

ALASAN MENGAPA TERTARIK MENONTON

Ternyata situasi berubah cepat setelah kasus tuduhan bullying merebak di kalangan para selebritas korea. Ji Soo terlibat dan membuat pengakuan bahwa dia pernah menjadi pelaku. Alhasil, dia mengundurkan diri dari proyek drama ini.

Daaan seperti yang banyak di gadang-gadangkan oleh para penggemar, (atau mungkin gegara produser tau banyak yang belum move on dari Mr. Queen) terpilihlah Na In Woo atau Mas Sepupu Ratu sebagai pengganti Ji Soo. Gegara dongsaeng yang satu ini, auto jadi pengen nonton dah... aksi bertarungnya di Mr Queen keren banget soalnya. 

Akting total dari second lead + sad boy di Mr. Queen langsung ketiban rejeki nomplok jadi main lead. Keren emang ni anak.

Jadi, saya memutuskan nonton on going lagi drama saeguk ini demi melihat akting Na In woo. Padahal mana bakal ada 40 versi 30menit episode bok! Yah, Semua itu karena Na In Woo, Mas Sepupu Ratu koplak. Meski setelahnya, baru tau kalau Kang Ha Neul berperan sebagai Ayah On Dal disini.

BEKAL DATA SEBELUM MENONTON

Catatan ini dibuat karena kebiasaan saya saat menonton drama saeguk adalah melakukan riset fakta sejarah sebelum menonton semua episode drama tersebut. Bahkan sampe harus pending menontonnya di tengah episode demi ngecek fakta dulu bolak balik. Googling hanya untuk mengetahui mengapa tokoh ini begitu, mengapa tokoh itu begini, atau tokoh ini sebenarnya bagaimana versi aslinya

Akhirnya, jadi kebiasaan kalau mau nonton saeguk atau drama yang dibuat berdasarkan fakta - kisah nyata, jadi bikin riset dan catatan-catatan dulu. Setelah faham dan ngeh versi fakta sejarah, baru deh enjoy nontonnya. 

Selain melihat fakta sejarah di wikipedia, sering juga melihat review dan resensi drama tersebut jika drama tersebut sudah tayang sampai tamat terlebih dulu. Saya bukan tim anti spoiler soalnya. 🀭.

Untuk menonton Mr. Queen, saya sampai harus membuat silsilah dan menuliskan beberapa kaitan antar film dan drama yang terkait era Joseon akhir. Nah, untuk bekal menonton River When The Moon Rises kali ini, saya membuat corat coret begini

Tujuannya, ya selain supaya nyambung dengan alur cerita, kalau tau fakta sejarahnya lebih dulu. Jadi lebih bisa mengira - ngira alur cerita gitu kalo nonton. Mana tokoh yang memang ada, mana tokoh yang fiktif belaka. Trus sesuai gak karakter di fakta sejarah dengan gambaran yang ada di drama.

Apalagi arsip sejarah Korea tersusun dengan baik bahkan sejak sebelum masehi. Jadi cukup mudah menelusuri fakta - fakta sejarah secara umum karena cukup banyak informasi yang sudah menggunakan bahasa inggris dan bahasa indonesia. Menonton drama saeguk pun bisa sambil berimajinasi tentang kemungkinan alur cerita dan menebak - nebak ending-nya.

Tulisan ini baru menjelaskan fakta-fakta sejarah di bagian awal, karena memang baru tayang sampai episode 7 atau episode 13-14 di VIU. Baru nonton episode 13-14 pulak, yang ada Na In Woo-nya tentu saja. 😜😜😜 soon episode 1-6, demi Kang Ha Neul.

KISAH BABO ON DAL

Kalau kita punya cerita rakyat tentang Putri Champa dan Datuk Panglima Kumbang, Nah Korea punya cerita tentang Babo On Dal atau On Dal the Fool atau Si Bodoh On Dal. Kisah rakyat jelata versus bangsawan, lalu menjadi panglima perang kerajaan. Folklore terkenal gitu lah di Korea.

Berdasarkan beberapa tulisan, dikisahkan On Dal adalah anak yang bodoh (kalau menurut saya sih, bukan bodoh, cuma terlalu polos), hanya gara-gara dia ternganga dan tidak menghormat kepada raja, akhirnya dia disebut On Dal si bodoh oleh Ibunya sendiri dan Sang Raja.

Putri sang raja pada semasa kecil adalah putri yang cengeng, sehingga sering di ancam oleh Raja, kalau putri masih suka menangis dia akan dinikahkan dengan si bodoh On Dal. Ancaman ini memang berhasil menghentikan kecengengan sang Putri, tapi menjadi bumerang bagi sang Raja.

Saat memasuki usia menikah, Sang Putri malah hanya ingin menikah dengan On Dal dan tidak mau dengan pria bangsawan yang dijodohkan untuk sang Putri. Versi lain menceritakan sang putri lah yang mengajari On Dal menjadi petarung yang tangguh.

Versi drama ini menceritakan bahwa On Dal dan Sang Putri sudah berteman sejak kecil karena suatu tragedi. Sang Putri menghilang saat kecil karena intrik politik di istana dan di asuh oleh rakyat jelata bersama On Dal. Biassalah! khas drama korea, koneksi masa kecil yang menjadi awal cerita cinta saat beranjak dewasa.

Kisah On Dal ini sudah pernah dibuat dalam versi komedi romantis ala perjalanan waktu (My Only Love Song) dan versi On Dal satir modern (Invicible Lee Pyung Kang). Versi River When The Moon Rises (RWTMR) adalah versi drama kolosal yang lebih serius dan penuh intrik khas drama. Jadi, kalau sebelumnya kita bisa santai ketawa ketiwi nonton Mr Queen, sekarang kita sepertinya harus menonton dengan serius nih dan siap-siap emosian.

PEMERAN 

Kim So Hyun ternyata terpilih sebagai Putri Pyeonggang setelah kabar santer di bulan Agustus peran ini ditawarkan pada Son Ye Jin. Sepertinya, karena banyak adegan laga dan mengingat Kim So Hyun lebih terlihat dingin perkasa, memang lebih cocok jika So Hyun yang memerankannya. So Hyun juga memerankan sebagai Ratu, Ibu Putri Pyeonggang.

Kang Ha Neul awalnya di gosipkan akan jadi pemeran utama sebagai On Dal. Ternyata terpilih sebagai Ayah On Dal, Jendral On Hyeop, Kepala Suku Sunno, dan diceritakan sebagai teman baik Ibu Putri Pyeonggang. On Dal sendiri akhirnya diperankan oleh Ji Soo sampai episode ke - 6 ( atau ke - 12 durasi 30 menit). Alasan perubahan penampilan Ha Neul dengan jambang pun terjawab sudah, saranghae Ha Neul πŸ’š.

Na In Woo melanjutkan peran sebagai On Dal di episode 7, atau mulai episode ke-13. Meski fitur Nam Jo Hyuk lebih mirip dengan Ji Soo, Jo Hyuk tidak mungkin mau mengambil peran chinggu-nya sendiri yang sedang kena musibah.

On Dal digambarkan dalam cerita rakyat berpenampilan buruk dan bungkuk. Kalau merunut gaya berpakaian rakyat jelata pada era kerajaan itu, bahkan Park Seo Joon pun jadi sangat buruk rupa sebagai rakyat jelata, tapi pas sudah dandan jadi Hwarang, ganteng maksimal juga lah!

Menurut saya nih, justru versi On Dal yang buruk rupa, memang cocok kalau diperankan oleh Ji Soo. Pembuka episode pertama saat On Dal berperang memperlihatkan bagaimana akting dan ekspresi Ji Soo benar - benar mendefinisikan On Dal. Gak ada ganteng-gantengnya. Tampangnya seperti mesin perang, datar, kosong, Bado On Dal banget.

Ji Soo bisa menampilkan tampang bloon sebagai seorang jendral perang, padahal suami dari putri pertama raja. Tapi, Na In Woo dandan jadi rakyat jelata sebagai On Dal? Lah kok masih tetap ganteng yak...?, aura Mas Sepupu gak ilang-ilang gitu.

Jadi sebenarnya, secara objektif, Ji Soo udah pas aja merepresentasikan sebagai Babo On Dal. Tapi, karena dia harus bertanggungjawab dengan masa lalunya, biarkan ini saatnya Na In Woo menaikkan rating drama ini. 😌 Karena jika tidak ada Na In Woo, saya tidak akan menulis tentang drama ini. πŸ˜†

Na In Woo sebagai aktor action memang belum sekelas Ji Chang Wook. Tapi sepertinya dia di dapuk menggantikan Ji Soo karena akting tarung kerennya dengan Kim Jung Hyun. Karir Na In Woo sebagai aktor laga akan terang benderang sepertinya. Yuhuuuu... 

Choi Yun Hwa jadi Hae Mo-Yong, seorang tabib dan pemilik toko herba, asal usulnya dikisahkan datang dari Kerajaan Silla. Karena belum pernah melihat akting Choi Yun Hwa sebelumnya, jadi komennya nanti lah.

Lee Ji Hoon sebagai Jendral Go Geon, anak Jendral Go Won Pyo.  Go Geon mencintai Putri Pyeonggang. Sekilas melihat akting Lee Ji Hoon jadi salah satu temen Lee Jong Suk di drama Hymne of The Death sebagai Hong Nan-pa.  Sepertinya, demam second lead akan terjadi jika melihat bagaimana cara Go Geon menatap sang Putri Pyeonggang. Karena jika berlanjut pun, kisah mereka akan seperti Romeo dan Juliet.

Ada Kim Hee Jung, sebagai Tarajin, Konsultan cinta Putri Pyeonggang. Sama seperti dalam drama School 2015, dimana Kim Hee Jung berperan sebagai sahabat baik tokoh Go Eun Byul yang diperankan Kim So Hyun. Dejavu aja ngeliatnya.

Nah, buat kalian yang sealiran dengan saya, kalo mau nonton drama korea saeguk pake baca referensi fakta sejarahnya dulu, ini adalah sebagian rangkuman yang saya buat. Kalau ada yang kurang pas, boleh ditambahkan di bagian komentar yak... πŸ˜‡

ERA TIGA KERAJAAN 

Latar cerita ini adalah abad ke 5-6 era Tiga Kerajaan di Semenanjung Korea atau setara pada masa Kerajaan Kutai Martapura atau Kerajaan Kutai lama di Kalimantan Timur.

1) Era Kerajaan Goguryeo

Goguryeo adalah kerajaan yang di dirikan oleh Jumong (Jumong, diperankan Bapaknya Triplets Daehan, Minguk, Manse). Kejadian di drama ini terjadi kalau menurut catatan dari wikipedia, kemungkinan terjadi sebelum tahun 590M, sebelum akhir kematian Taewang Pyeongwon (559-590) (1) dan kematian On Dal ( ~590M)(2). Tetapi di beberapa drama diceritakan bahwa On Dal kemungkinan masih hidup saat Taewang Yeongyang (penerus tahta Taewang Pyeongwon, merupakan adik Putri Pyeonggang) dan kematian On Dal terjadi saat berperang dengan Kerajaan  Silla di era Taewang Yeongyang.

Goguryeo sendiri sebagian besar wilayahnya berada pada daratan China dan sebagian wilayah di semenanjung Korea bagian utara. Sehingga Goguryeo merupakan bagian dari China dan Korea Utara. Kira-kira seperti era kekuasaan Majapahit dan Sriwijaya begitu lah.

2) Era Kerajaan Silla

Kerajaan Silla banyak disebutkan di drama ini. Tentu saja, karena mereka memang bertetangga dan menjadi bagian dari Tiga Kerajaan Korea bersama Kerajaan Baekje. Jika merunut era kekuasaan Taewang Pyeongwon, era ini adalah ketika Raja Jinpyeong (579-632)(3) bertakhta dan mulai menata pemerintahan di kerajaannya serta meneruskan jejak kakeknya, Raja Jinheung (Hwarang, diperankan oleh Park Hyung Sik) untuk membenahi organisasi sistem pusat pemerintahan. 

Jinheung sendiri memiliki mimpi mempersatukan tiga kerajaan, sehingga dikenal dengan Jinheung Yang Agung. Impian Jinheung ini diteruskan oleh Raja Jinpyeong dengan memperkuat pasukan Hwarang. Hwarang bahkan terkenal sebagai salah satu pasukan elit terkuat di wilayah Asia Timur pada era itu.

Itu sebabnya, dalam drama ini, kerajaan Silla sering sekali disebut. Karena pada masa On Dal hidup, kerjaan Goguryeo menghadapi ancaman dari Jinpyeong di bagian tenggara, dan ekspansi China di bagian Barat daya, Utara dan Timur. Bahkan Goguryeo kehilangan setengah bagian kerajaannya di semenanjung korea karena ekspansi Silla oleh para Hwarang-nya.

Perbandingannya begini nih,

Ini peta Goguryeo dari Wikipedia, pada abad ke-4. Meliputi Cina dan Semenanjung Korea. Terlihat Silla masih merupakan kerajaan kecil bersama Gaya. Kalau berdasarkan peta ini, Wilayah kekuasaan Goguryeo sebagian besar berada di wilayah China daratan. Ini menjelaskan mengapa gaya berpakaian di drama ini mirip - mirip dengan busana di drama China era Dinasti Utara Selatan. (gak terkenal sih ini)
Gambar dari Goguryeo Teritory https://en.wikipedia.org/wiki/Goguryeo
Nah, sekarang bandingkan nih di abad ke 5, Silla menguasai setengah bagian semenanjung Korea. Kerajaan Gaya sudah gak ada. Baekje juga kehilangan wilayahnya. 

gambar dari Silla Dynasty https://en.wikipedia.org/wiki/Silla 

3) Era Kerajaan Baekje

Kenapa Baekje dimasukkan? Baekje, kalau melihat petanya, sekarang menjadi bagian dari pusat Korea Selatan, Seoul. Awalnya berbatasan langsung dengan Goguryeo, namun sepertinya saat On Dal hidup, wilayah perbatasan Goguryeo dan Baekje sudah direbut Silla. 

Berdasarkan fakta ini, wajar sih kenapa di episode pertama, Taewang Pyeongwon di tekan oleh 3 kepala suku yang lainnya. Karena ancaman dari para Hwarang dari Silla sangat menakutkan bagi para kepala suku ini.

Yang masih menjadi pertanyaan, On Dal dikisahkan meninggal saat berperang dengan Silla, tapi di teaser, Tentara yang menjadi musuh On Dal tidak merepresentasikan para Hwarang dari Silla. Atau, mungkin yang menjadi lawan On Dal adalah para Namdo saja? Ah, memang harus menonton dulu ini.

Nah, begitulah pengantar dan latarbelakang sejarah drama Rivers When The Moon Rises ini. Meski cerita ini berdasarkan fakta sejarah, versi drama dibuat berdasarkan cerita Putri Pyeonggang yang di tulis oleh Choi Sagyu. 

Untuk review tentang ceritanya, belum bisa di tulis, kan belum kelar nontonnya 😁😁😁

Yang pasti, hanya karena Na In Woo, mari luangkan waktu sehari dalam seminggu untuk menonton Mas Sepupu. Yuhuuuuu....πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Sumber rujukan ;

(1) https://en.wikipedia.org/wiki/Pyeongwon_of_Goguryeo

(2) https://en.wikipedia.org/wiki/On_Dal

(3) https://id.wikipedia.org/wiki/Jinpyeong_dari_Silla

(4) https://en.wikipedia.org/wiki/Goguryeo

https://www.rejectedprincesses.com/princesses/princess-pyeonggang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar