Minggu, 24 Desember 2017

1_REVIEW ASPEK LEGAL DALAM MANAJEMEN ASET PROPERTI

CHAPTER 2 ; LEGAL FOUNDATION TO VALUE (LING/ARCHER)

Ketika kita membeli real estate, kita tidak terlalu memikirkan area dan bricks yang kita perhitungkan adalah rights yang menyertai real estate tersebut. Pemahaman tentang aspek rights ini membuka peluang kekayaan baru dan kesempatan baru. Keragaman atau diversitas dari kemungkinan klaim (rights) terhadap tanah yang cukup subur (rich) dengan implikasi penting untuk nilai tanah tersebut. Faktanya, tidak ada estimasi yang tepat dan sesuai sampai saat kita mengetahui rights yang involved.  Chapter ini membahas tentang kemungkinan klaim yang dapat dilakukan pada real estate, untuk beberapa fungsi dari real estate tersebut, dan dampak resulting dari nilai properti tersebut.

Beberapa konsep necessary digunakan untuk memahami bagaimana real property secara alami. Konsep awal adalah tentang rights. Selanjutnya pentingnya perbedaan antara persoal rights dan property rights. Akhirnya, kita akan distinguish perbedaan antara property dan real property.

2.1        THE NATURE OF PROPERTY

Notion property adalah segalanya tetapi sangat sederhana,

Tiga fundamental distinctions penting untuk memahami property, yaitu ;

1.    Apa yang dimaksud dengan rights?

2.    Apa perbedaan antara personal rights dan property rights?

3.    Apa perbedaan antara personal property dan real property?

 

2.1.2      The Nature Of Right

Definisi prinsip dari real estate adalah “rights to land and its permanent structures” (Ling, Archer. 19;2013). Tetapi apa yang dimaksud dengan rights?

Pertama, rights adalah klaim atau permintaan yang obligated to enforce. Contoh ; kepemilikan atas mobil dapat memberikan kita hak untuk memiliki mobil tersebut. Jika seseorang mencurinya, maka kita dapat menuntut secara hukum untuk meminta kembali dan memberikan hukuman kepada pelaku pencurian. Hal ini terbalik jika kita menggunakan berdasarkan kekuatan atau ancaman. Contoh, geng jalanan mungkin melakukan klaim atas sebuah area jalan dengan melakukan intimidasi, tetapi pemerintah tidak akan memberikan dukungan serta imbalan atas klaim yang dilakukan oleh geng jalanan ini.

Karakter kedua dari rights adalah nonrevocable atau tidak dapat dibatalkan. Kita dapat membandingkan hal ini. Contoh, dengan menggunakan tipikal penggunaan ruang kantor: tenaga kerja dapat memiliki satu ruangan dimana mereka dapat memiliki privasi; memiliki kebebasan untuk merancang, melengkapi dan mendekorasi ruangan itu dengen keleluasaan, serta bisa datang dan pergi dengan bebas. Tetapi tenaga kerja ini memahami bahwa ruangan ini bukan menjadi hak miliknya pribadi. Mereka dapat mengakses ruangan ini atas izin dari pimpinan dan dapat dibatalkan. Property rights tidak dapat dibatalkan. Klaim seorang pemilik residen atau pemilik real estate tidak dapat dibatalkan (canceled), diabaikan (ignored), atau dikurangi oleh orang lain. Meskipun mereka tetap dapat dikurangi secara signifikan oleh tindakan pemerintah untuk kesehatan publik, keamanan dan kesejahteraan masyarakat umum dengan batasan – batasan tertentu. Meskipun terlalu berlebihan jika kita menyebutnya dengan “pengambilalihan”. Pemerintah dalam mendapatkan properti tersebut tetap harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan memberikan kompensasi. Contoh ; pengambil alihan lahan petani untuk Bandara baru Jogjakarta. Kekuatan pemerintah untuk mengambil lahan ini dibahas di chapter 4 Ling dan Archer.

Karakter ketiga adalah untuk Nonrevocable rights terhadap properti alam mengimpilkasikan tiga hal yaitu ;

1)  Bersifat Enduring ; abadi ; bertahan lama ; contoh sumber daya alam yang tidak teratas, air laut, udara, sinar matahari

2)  Fade Away with Time ; habis seiring waktu, mengalami penyusutan. Maka pemerintah wajib mempertahankan untuk generasi selanjutnya tidak hanya untuk saat ini dan tidak ada kekuatan yang dapat mengubah kewajiban tersebut.

Masyarakat saat ini konsen pada dua jenis rights yaitu ;

1)     Personal Rights

2)     Property Rights

(Ling, Arcger; gambar di halaman 20;2013)

Personal Rights (Hak kebebasan individu) diturunkan dari Bill of Rights yang ada di amandemen dan klausa konstitusi Amerika. Di Indonesia dari UUD 45 dan uamandemennya serta dasar negara Pancasila.

Property rights adalah hak untuk aset yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible). Sudah ada sejak jaman dulu dan diduga lebih tua dibandingkan dengan hukum itu sendiri. Prinsip dari hak kepemilikan properti adalah ;

1)     Possession (kepemilikan secara eksklusif) hak milik

2)     Enjoyment ; pemakaian (nilai guna) hak guna

3)     Disposition ; warisan, hak waris

Contoh; jika kita memiliki komputer, maka kita akan memiliki hak untuk ;

-          Prevent others to using it ; mencegah orang lain untuk menggunakannya

-          Enjoy the use or benefit of it for ourselves ; menikmati manfaat dari barang tersebut untuk diri kita sendiri

- Get rid of it as we see fit (but without harm to other) ; membuangnya/memberikannya tanpa merugikan pihak lain.

 

Hak dilingkungan (page 20)

Hak Real Property dalam tiga dimensi

Properti dibagi menjadi dua klasifikasi. Real dan personal.

Real property  didefinisikan sebagai land rights (tanah, fisik) dan bangunan permanen yang ada diatasnya. Land merupakan segala yang ada di permukaan bumi. Dalam gambar 2.2, land ini termasuk udara di area ketinggian penerbangan di permukaan bumi. Land juga termasuk apa yang ada di bawah permukaan bumi seperti mineral, minyak dan gas alam. (bahasan tentang mineral, minyak dan gas alam akan didiskusikan di chapter terakhir buku Ling/Archer). Rights  untuk dibawah permukaan bumi dan rights untuk wilayah udara/ketinggian untuk penerbangan di permukaan bumi merupakan bagian yang sangat bernilai dari real estate. Di kota – kota besar, banyak bangunan yang dibangun di air rights seperti di atas jalur kereta api yang membelah kota.

 

Personal property adalah rest. Hak dalam segala jenis objek. Berwujud dan tidak berwujud, termasuk hak kekayaan intelektual. Perbedaan antara personal properti dan real properti jauh dari kata simple. Isu tentang hal ini akan dibahas di chapter 4.

 

2.1.3      Real Property and Personal Property ; The Problem of Fixtures

Fixture merupakan sebuah objek merupakan personal property tetapi dapat menjadi real property. Kelas khusus dari real property ini merupakan masalah yang sudah lama terjadi dalam real estate. Contoh ; dalam sebuah area konstruksi, ketika pembangunan selesai, apakah material merupakan personal property bagi kontraktor atau menjadi bagian dari tanah dan bangunan yang ada? (real property)? Kandelir antik bernilai yang tergantung di dalam rumah baru, apakah itu bagian dari real property? Bagaimana dengan daun jendela dan penahan badai? Bagaimana dengan kitchen set dan kulkas? Ambiguitas antara real property dan personal property ini dapat diakui, dan aturan dalam hukum tradisi membantu memisahkannya (common low, 23)

Khususnya, ada 4 aturan yang dapat membantu untuk mendeterminasi apakah obbjek tersebut real property atau peralatan.

1)       The Manner of Attachment

Pertanyaan dalam aturan/syarat ini adalah apakah pemindahan benda tersebut akan merusak property tersebut. Contoh, penggantian keramik akan merusak properti tersebut. But....

2)       The Carracter of article and manner of adaptation

Karakter dari adaptasi peralatan tersebut. Syarat ini menjelaskan bahwa item yang di desain atau dipasangkan disebut sebagai fixtures. Contohnya, windows screens, storm windows, church pews, custom bookshelves, custom draperies, atau security system.

3)       The intention of the parties

Intensif dari barang tersebut. Contoh perlengkapan dapur dan kulkas yang ada di sebuah single-family residence merupakan personal property, tetapi sofa atau kitchen set di sebuah appartement yang disewakan merupakan fixtures apartemen tersebut.

4)       Relation of the parties

a)    Trade Fixtures

b)    Agriculture Fixtures

c)     Residential Tenants

Syarat dari intention adalah yang paling banyak digunakan dan dominan. Sehingga jika ada konflik diantara syarat – syarat tersebut, yang digunakan adalah intention rule.

Fixtures sangat menentukan nilai properti. Sebuah kontrak untuk penjualan properti yang hanya di aplikasikan pada real property dibandingkan personal property termasuk dengan eksplisitas. Seringnya, jika properti dijual (termasuk personal residences), unit yang dijual belum tentu menjadi fixtures. Meskipun siapa yang memiliki fixtures setelah penjualan properti dilakukan masih belum jelas. Dalam semua transaksi real estate, sangat penting untuk involved dengan hati – hati terkait melihat properti tersebut sehingga dalam penyusunan kontrak transaksi tidak ada ambiguitas yang dapat mempengaruhi item tersebut.

 

2.2        THE REAL PROPERTY BUNDLE OF RIGHT

Pemilik real property memegang a bundle of right yang sangat kompleks. Sebagai catatan, bundel ini merupakan kombinasi dari right dengan exclussive possession, use (enjoyment) dan disposisi. Tetapi bundel ini juga dapat berupa dismantled dalam berbagai cara, membuat bundler yang lebih sedikit, ditangani oleh individu yang berbed. Bundle of Right ini termasuk salah satunya adalah interests. (Tingkat suku bunga). Nilai property akan tend to vary with the completeness of interest. Berikutnya, kita akan menghitung variasi dan kemungkinan dari jenis bundle.

2.2.1           Possesory Interests (Estates)

      Tingkat suku bunga pada real property yang termasuk dengan possession disebut dengan estates. Hal ini dapat diukur dari complete bundle of rights (fee simple absolute) untuk sebuah claim yang lebih dari squatter’s rights (tenancy sufferance). Di antara jenis dari bundles, yang dibedakan dengan berbagai kombinasi dari rights yang lain. The range dari estates ditampilkan dalam Exhibit 2-4. (p.24)

 

Exhibit 2-4 ; Estates 1

Ownership Estates (Freeholds or Titled Interests)

yang paling substansi atau estates yang lengkap adalah yang indifinite length. Untuk memahami titled interest akan lebih mudah jika kita berfikir sebagai pemilik properti. Hukum perserikatan menyebutkan batas hukum, mereka adalah freeholds. Mereka dapat differ dengan berbagai variasi pada right of disposition.saw

Fee Simple Absolute

Fee simple absolute merupakan bundle of rights (berkas legal) yang paling komplit dan memiliki nilai yang paling besar. Subjek yang menjadi pembatasan oleh pemerintah atau oleh pemilik sebelumnya, semua berkas kepemilikian secara eksklusif, penggunaan dan pemanfaatan, dan pewarisan dikuasai oleh pemilik tanah. Hal ini merupakan konsep tradisional landownership. Hal ini yang menjadi daya tarik yang dimaksud ketika orang – orang yang berkecimpung di dunia real estate ingin menjadi pemilik atau memegang “fee”

Fee Simple Conditional

Dalam Fee Simple Conditional, pemilik merupakan subjek untuk sebuah kondisi atau trigger event. Dalam kasus ini, pemilik berkas legal yang lengkap saat terjadinya suatu kondisi tertentu atau trigger event occurs, yang dalam kasus tertentu menyebabkan kepemilikan kembali kepada pemilik sebelumnya (atau pewarisnya). Uncertain interest yang ditangani oleh pemilik sebelumnya (atau pewarisnya) disebut dengan reverter interest. Contohnya, pemilik dapat menawarkan sebuah bangunan apartemen kecil untuk satu Universitas tapi mengharuskan properti tersebut digunakan untuk asrama mahasiswi penerima beasiswa. Selama Universitas menggunakan properti ini sebagai asrama, maka mereka memiliki the rights of a fee simple owner. Sehingga, jika ada mahasiswa yang ikut tinggal di asrama tersebut, pemilik sebelumnya dan pewaris dapat mengambil kembali properti tersebut. Hal ini tentu saja memiliki ketidapastian dari kondisi yang dapat terjadi, dan tentu saja akan menurunkan nilai aset kepemilikan properti tersebut.

Ordinary Life Estates and Reminder

Dalam Ordinary Life Estates, perubahan legal dari fee simple absolut tidak memiliki berkas dan sudah dipecah pecah menjadi beberapa bagian property. Contoh, misalkan ada pemilik properti yang sudah tua tinggal berbatasan dengan area Universitas, dan pihak Universitas akan memperluas area untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang. Misalkan, si pemilik ini bersedia menjual lahannya tetapi tidak bersedia pindah. Solusi yang paling mungkin adalah pihak universitas membeli remainder estate meskipun pemilik tetap menggunakannya sebagai tempat tinggal. Dalam pengaturan hal ini pemilik memegang legal atas kepemilikan (exclussive possession) dan pemakaian (use) properti sepanjang sisa hidup pemilik dan legal untuk pewarisan (right of disposition) dipegang oleh pihak Universitas. Pemilik properti akan menerima kompensasi dalam bentuk pembayaran tunai atau pengurangan pajak jika properti yang tersisa di donasikan ke pihak Universitas dan untuk lebih memudahkan penyelesaian rumah pemilik, sementara tetap memberikan jaminan bahwa pemilik tetap memiliki hak legal untuk menempati rumah tersebut. Setelah pemilik meninggal dunia, maka rumah tinggal dan sisa lahan akan digabungkan dan menjadi milik universitas, dan menjadi fee simple absolut yang lengkap dimiliki oleh pihak universitas. Contoh kasus ini sudah cukup banyak, contoh; kasus lahan SMA 17 Agustus Yogyakarta.

Legal Life Estate

Legal Life Estate dibuat karena tindakan hukum. Contohnya di Florida, sebuah rumah tinggal (family residence) yang dinyatakan sebagai rumah tinggal dengan pekarangan (homestead) membawa kemungkinan sebagai subjek dari life estate. Jika sebuah keluarga memiliki jumlah anak yang sedikit dan salah satu pasangan meninggal, hukum Florida’s homestead memberikan pasangan yang ditinggal sebuah life estate dan memberikan anaknya “vested remainder” sebagai interests dari tempat tinggal mereka. Meskipun tujuan dari hukum ini melindungi keluarga yang ditinggalkan, hukum ini dapat menimbulkan banyak masalah baru. Jika pasangan yang ditinggal akan menjual rumah tinggal ini untuk pindah ke tempat lain, maka akan dibutuhkan seorang wali untuk mewakili si anak yang masih kecil dalam tatalaksana jual beli dan transaksi. Kondisi ini tentu saja membutuhkan biaya hukum tambahan dan membuat tertundanya prosesnya transaksi jual beli lebih lama. Sehingga dalam hal ini, keluarga – keluarga di Florida menyarankan untuk mendapatkan primary personal residence dengan join kepemilikan yang khusus yang disebut dengan tenancy by the entirety.

Leasehold (Nonownership or Non-Freehold)

Leasehold Interests merupakan possessory interests dan beberapa estates. Mereka berbeda dari freehold estates dalam 3 kesepakatan ;

1)     They are limited in time. Ada batasan waktu

2)     The right of disposition is diminished because the property ultimately revert to the landlord. Hak disposisi akan kembali kepada pemilik.

3)     They are not titled interests. Tidak memiliki andil.

Esensinya, mereka hanya tinggal sementara untuk memiliki rights of exclusion, menempati, menggunakan – use and enjoyment, tetapi tidak hak untuk mewariskan atau memindahtangankan.

Tenancy for Years

Tenancy for years merupakan kesepakatan untuk waktu yang spesifik. Mungkin saja untuk beberapa hari atau untuk ratusan tahun, atau sesuai dengan izin negara. Sampai saat hubungan antara penyewa dan pemilik berakhir sesuai dengan batas waktu sewa. Bagaimanapun, seperti dijelaskan, perubahan sosial membutuhkan alternatif ini. Meskipun semua kesepakatan sewa harus tertulis diatas kertas, nyatanya sewa ini dapat berbentuk hanya berupa kesepakatan antara pemilik dan penyewa. Jika batas waktu lebih dari satu tahun (seperti satu tahun satu hari, atau lebih) perjanjiannya harus dibuat secara tertulis agar lebih kuat. (sesuai dengan result dari The Statute of Frauds).

Periodic Tenancy

Segala sewa yang tidak memiliki batas waktu yang jelas di saat awal disebut dengan periodic tenancy. Bertentangan dengan penyewa untuk beberapa tahun, penyewa akan menyampaikannya secara langsung dan informal. Lebih simpel dan lebih cepat. Kesepakatan ini tentu saja memiliki lebih banyak resiko kesalahpahaman antara penyewa dan pemilik properti. Lama periode sewa tentu saja berkaitan dengan waktu pembayaran. Setiap negara memiliki syarat – syarat yang spesifik terkait aturan waktu sewa, dimana penyewa dan pemilik properti keduanya memiliki perjanjian yang sama. Pada umumnya, batas waktu minimum merupakan satu setengah dari periode pembayaran, dan dimulai lagi dihari berikutnya, sampai dengan berakhirnya hari terakhir sewa. Contohnya, di Florida, periode notification untuk tahun ke tahun, ada periode pembayaran 3bulan sebelum akhir masa sewa. Untuk qwartal, 45hari sebelum habis masa sewa, untuk periode bulanan, memiliki batas pembayaran 15hari dan untuk mingguan dibatasi setiap 7hari. Meskipun periodic tenancy dilakukan hanya dengan kesepakatan langsung secara oral antara penyewa dan pemilik properti, pemilik properti memiliki beberapa atau banyak penyewa. Penggunaan kontrak tertulis merupakan sebuah praktik yang lebih superior untuk menurunkan resiko antara kedua belah pihak, dalam hal ini tidak menambah nilai dari properti.

Tenancy at Will

Kadang diakhir periode masa sewa, ada periode pendek dimana terserah dari keputusan penyewa atau pemilik untuk melanjutkan tinggal di properti tersebut. Misal, jika rumah akan dijual atau direnovasi dalam waktu yang akan datang. Jika ada kesepakatan penyewa akan tinggal sampai pemilik atau penyewa memutuskan untuk tidak melanjutkan tinggal di properti tersebut. Penyewa yang seperti ini disebut dengan tenancy at will.

Tenancy at Sufferance

Tenancy at Sufferance terjadi ketika penyewa mengira tidak dapat mengosongkan. Penyewa ini tinggal sampai pemilik properti menerima pembayaran. Berbeda dengan penyalahgunaan dalam hal ini sebelumnya tinggal dibawah izin dari pemegang properti.

Changing Leasehold Concepts

Perubahan dramatis terjadi pada leasehold law pada beberapa dekade terakhir. Sejak sekitar tahun 1970, hukum sewa estate dikembangkan dari hukum tradisional dari Inggris terkait sewa tanah dimana pemilik lahan memiliki sedikit kewajiban dibandingkan penyewa lahan, tetapi pemilik lahan (para tuan tanah ini) menerima hasil dari olahan lahan yang dilakukan oleh penyewa,  tetapi pemilik lahan membiarkan penyewa mengolah lahan sendiri. Dalam masyarakat urban saat ini di apartemen, sistem penanganan tuan tanah dan penyewa ini sangat menyedihkan dan tidak cukup. Sebagai solusi, negara mengelaborasikan adanya tempat tinggal bagi pengolah lahan di lahan yang disewa oleh petani. Hukum yang ditetapkan dengan kewajiban menjaga dan melakukan perbaikan, hak untuk menggunakan dan memasuki lahan, menyimpan hasil produksi dalam lumbung, ada perjanjian yang jelas dan banyak kesepakatan lainnya

 

2.2.2           Non – Possessory Interests

Berkas legal real properti yang tidak termasuk dengan possession merupakan bagian dari jenis dan merupakan hal yang menarik yang dapat meningkatkan nilai dari real estate tersebut secara signifikan. Kita pertimbangkan tiga jenis kelas yang berbeda dari Non – Possessory Interests  yaitu ; (1) easements, kemudahan (2) restrictive covenants, batas perjanjian/kesepakatan dan (3) liens, hak gadai

Easements

Easements merupakan hak legal penggunaan lahan untuk fungsi tertentu atau tujuan penggunaan yang spesifik dan terbatas. Tujuan penggunaan dapat berbagai variasi yang sangat pasif, seperti bagaimana akses untuk melihat pemandangan, atau gambaran eksklusif dari kepemilikan tanah, seperti berada di kanan jalan atau jalur kanan kereta api. Variasi yang lain diantaranya ada di gambarkan di Exhibit 2-5 (p27)

Easements Appurtenant

Easement appurtenant memiliki dua perbedaan bentuk. Pertama, easements appurtenant meliputi satu hubungan diantara dua bagian tanah yang berbatasan. Keuntungan dari dominant parcel dari easement dimana servient parcel tidak memiliki keleluasaan atau akan menurunkan easement. Kedua, easement appurtenant “runs with the land”. Hal ini menjadi kondisi yang permanen dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dar properti tersebut.

ada dua jenis easements appurtenant, yaitu affirmative appurtenant dan negative easement appurtenant. Contoh yang ada akan menjelaskan perbedaannya.

Affirmative Easement Appurtenant

Affirmative easement appurtenant memberikan dominant parcel beberapa gangguan pada servient parcel. Berikut beberapa contohnya ;

1)     Driveway, jalur masuk yang melewati bidang lahan lain

2)     Drainage easement, pipa air yang melewati satu lahan ke lahan lain

3)     Akses yang menyeberangi lahan lain untuk fasilitas pembuangan limbah

4)     Common wall, dinding yang menjadi bagian dari townhouse yang menjadi bagian dari lantai, atap dan struktur yang berbagi

5)     Common drive easement dimana beberapa pemilik yang berdampingan harus saling meminta izin untuk menggunakan jalur mobil yang mereka bagi di properti mereka

6)     Reciprocal parking easement yang memisahkan pemilik lahan di area perbelanjaan.

Negative Easement Appurtenant

Negative easement tidak memiliki gangguan atau tidak mengganggu servient parcel. Salah satu contoh dari negative easement adalah penahan cahaya matahari yang dipasang oleh satu pihak namun menghalangi akses  cahaya matahari lain. Contoh lain, scenic easement, yang digunakan untuk lahan yang berbatasan untuk memperoleh pemandangan yang lebih baik.

Easement in Gross

Easements in Gross adalah hak untuk menggunakan lahan secara spesific dengan maksud yang terbatas yang tidak terkait dengan batasan lahan. Meskipun di lokasi tersebut terdapat satu atau lebih servient parcels dan tidak ada dominant parcel. Selanjutnya, easement in gross, tidak seperti easement appurtenant dapat dipindahkan ke pemilik lain tanpa mengubah beberapa lahan/kapling yang ada. Contoh dari easement in gross adalah jalan umum, rel kereta, saluran irigasi, kabel komunikasi dan elektrik, jalur pipa gas atau billboards atau akses dari batas pepohonan atau batas lahan pertanian atau untuk mineral atau jalur ekstraksi minyak. (rights of way)


Owner Relations

Chapter 3 ; Owner Relations (Robert C Kyle)

Buku ini lebih spesifik membahas bagaimana agar aspek legal dari manajemen aset dapat di penuhi.

3.1        NATURE OF THE RELATIONSHIP

Ada 3 macam hubungan antara manajemen properti dan individu atau sebuah perusahaan, yaitu Hubungan antar sesama pekerja, baik dengan atasan atau teman kerja dan hubungan fidusia formal (sebagai kepercayaan)

3.1.1      Employer-Employee Relationship, Hubungan atasan dengan Karyawan

Paling sering ditemukan di bank, perguruan tinggi, perusahaan besar, dan perusahaan swasta lainnyayang membutuhkan layanan manajerial untuk properti mereka. Atasan dengan karyawan langsung bertanggung jawab kepada direktur atau pemilik perusahaan atau badan pemberi kerja.

Meskipun tidak ada kontrak formal yang diperlukan dalam hubungan atasan-karyawan, jika ada permasalah tertentu harus diklarifikasi secara tertulis. Sebagai pengganti kontrak, yang harus diperoleh manajer dari otorisasi tertulis perusahaan mempekerjakan untuk menandatangani kontrak yang mengikat

3.1.2      Trust, Hubungan kontrak atas kepercayaan, fidusia formal

Paling sering ditemukan di bank, perguruan tinggi, perusahaan besar, dan perusahaan swasta lainnyayang membutuhkan layanan manajerial untuk properti mereka. Atasan dengan karyawan langsung bertanggung jawab kepada direktur atau pemilik perusahaan atau badan pemberi kerja.Meskipun tidak ada kontrak formal yang diperlukan dalam hubungan atasan-karyawan, jika ada permasalah tertentu harus diklarifikasi secara tertulis. Sebagai pengganti kontrak, yang harus diperoleh manajer dari otorisasi tertulis perusahaan mempekerjakan untuk menandatangani kontrak yang mengikat

3.1.3      Principal-Agent Relationship

Pekerja diatur oleh persyaratan kontrak, pertimbangan hukum dan etika tertentu berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan. Berikut adalah 3 prinsip dasar hubungan antar agen

1)    Scope of Agency Authority, Ruang Lingkup kewenangan pekerja

Pekerja bisa berupa pekerja umum atau pekerja khusus. Pekerja umum Dapat bertindak atas nama atasan dalam berbagai hal dan dapat mewakili atasan kepada pihak lain yang ditandatangani oleh pekerja (karyawan) yang berada dalam lingkup tugas karyawan tersebut. Hubungan ini biasanya hubungan jangka panjang. Pekerja khusus berwenang untuk hanya mewakili atasan pada masalah atau transaksi tertentu, kewenangannya terbatas dalam ruang lingkup dan waktu.

2)    Fiduciary Duties

Kepercayaan diciptakan dengan kesepakatan tertulis yang membentuk hubungan fidusia(kepercayaan) secara formal.Pemilik properti mengalihkan hak hukum kepada wali amanat (siapa yang mengelola properti tersebut) dan memberi hak yang adil kepada satu atau lebih pengelola properti. Pengelola aset atau properti dapat diberikan kepada seseorang yang dipercayai, anggota keluarga trustor (yang dapat dipercaya), atau pihak ketiga, seperti badan amal terorganisir atau kelompok karyawan. 

Tidak mungkin untuk memeriksa bentuk kepemilikan ini sepenuhnya dalam teks ini karena wali diatur oleh istilah instrumen kepercayaan itu sendiri dan undang-undang federal dan negara bagian tentang kepercayaan. Manajer properti yang menemukan peluang di bidang ini harus mengambil tindakan pencegahan khusus untuk mempelajari dan menentukan tanggung jawab hukum dan persyaratan hubungan

Seorang karyawan memiliki hubungan yang mendapat kepercayaandari atasannya (yang memperkerjakan), yaitu sebuah hubungan rahasia yang berupa dengan kepercayaan, dan kepercayaan tersebutberupa tingkat loyalitas tertinggi dari pihak karyawan (pekerja). Kepercayaan mencakup perawatan, ketaatan, akunting, loyalitas, dan keterbukaan:

Ø  Kewajiban loyalitas berarti bahwa manajer properti harus selalu mengutamakan kepentingan pemilik properti, di atas kepentingannya sendiri

Ø  Tugas perawatan mengharuskan manajer properti untuk menerapkan keterampilan yang memadai dalam mengelola properti.

Ø  Tugas ketaatan berarti bahwa manajer properti harus melaksanakan, dengan itikad baik dari instruksi pemilik properti.

Ø  Tugas akunting mengharuskan manajer untuk melaporkan secara akurat dari semua dana yang diterima atas nama sendiri atau dari pemilik properti (dana tersebut disimpan ke rekening kepada yang dipercayaan).

Ø  Tugas pengungkapan harus membebankan pada manajer properti, yaitu tugas untuk menjaga informasi yang rahasia tentang semua fakta material mengenai pengelolaan properti.

3)    State Statutes

Setiap negara memiliki undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang mengatur perilaku orang-orang dan organisasi yang bertindak sebagai agen real estate. Ada beberapa negara yang telah mengadopsi undang-undang dari negara lain hanya untuk masalah manajer properti.

 

3.2        THE MANAGEMENT CONTRACT

Kontrak manajemen adalah perjanjian berjangka waktu yang ditandatangani oleh manajer dan pemilik yang menentukan hubungan antara para pihak, berfungsi sebagai panduan dalam pengoperasian pengelolaan properti dan sebagai dasar dalam penyelesaian perselisihan dalam perusahaan di masa yang akan datang. Hal yang perlu diperhatikan dalam Kontrak manajemen adalah Identifikasi para pihak dan properti. Selanjutnya jika sudah jelas identifikasi yang dilakukan bagaimana periode kontrak disepakati dan dibuat termasuk jika salah satu pihak menghentikan perjanjian kontrak ini.

3.2.1      Identification of The Parties and The Property

1)    Parties Vary

Dengan kepemilikan perusahaan, nama perusahaan harus muncul dalam kontrak, pemimpin perusahaan yang berwenang harus melaksanakan dan taat terhadap peraturan dalam  perjanjian

2)    Identifying the Property

Meskipun deskripsi hukum yang lengkap biasanya tidak diperlukan, properti harus dideskripsikan agar secara tepat mengenai identitas, lokasi, dan jangkauannya.

3)    Exclusions

Pengecualian juga harus diperhatikan. Deskripsi properti dalam kontrak manajemen harus secara khusus mengecualikan area tertentu. Peraturan pengecualian

 

3.2.2      Contract Period

1)    Terms Vary, Jangka waktu kontrak

Kontrak jangka panjang merupakankontrak yang luar biasa. Tetapi kadang pemilik properti berpikir untuk menjual properti mereka dalam waktu dekat dan tidak memperhatikan kontrak jangka panjang yang telah dibatasi dan tidak dapat dibatalkan. Dengan demikian, klausul dalam kontrak manajemen standar membiarkan jangka waktu kesepakatan terbuka sehingga jumlah tahun yang memuaskan dapat dimasukkan ke dalam tempat yang sesuai

2)    Termination,

Sebagian besar perjanjian dapat diberhentikan sebelum tanggal kadaluarsa oleh karyawan jika dia dalam perjalanan mengalami ketidaklayakan dalam bekerja atau dibiarkan oleh pemiliknya karena tidak memenuhi persyaratan dalam peraturan perjanjian yang telah ditetapkan, undang-undang, atau peraturan pemerintah yang berlaku. Pemberitahuan untuk mengakhiri dapat dilakukan secara langsung atau melalui surat dan dikirim ke alamat yang tercantum dalam kontrak

3.2.3      Management’s Responsibilities

Manajer bertanggung jawab untuk menyampaikan formasi pemilik I mengenai properti tersebut. Laporan berikut menawarkan gagasan tentang status properti dan wawasan tentang keefektifan pemilik.

1)    Monthly Reports and Disbursements

Pemilik bergantung pada agen untuk menyiapkan laporan penghasilan bulanan yang menghitung pendapatan dan biaya untuk properti pemilik. Kontrak manajemen harus menyebutkan nama dan alamat orang, perusahaan, atau dewan direksi (seperti dalam kasus koperasi atau kondominium) untuk menerima laporan; Dan tanggal pengirimannya. Nama, alamat, dan jumlah persentase untuk semua penerima yang harus dikeluarkan oleh agen pembayaran bulanan biasanya tercantum dalam kontrak.

Kontrak tersebut harus menjelaskan bagaimana menangani satu bulan di mana pencairan melebihi kuitansi. Dalam beberapa kontrak, manajer diberi wewenang untuk menyimpan sejumlah uang cadangan untuk memenuhi biaya yang mungkin timbul antara waktu pencairan dan saat arus pendapatan sewa bulanan berikutnya dimulai. Jumlah dana cadangan ini harus proporsional dengan ukuran properti, agen seharusnya tidak memajukan dana mereka sendiri untuk menutupi kekurangan.

2)    Surety Bonds

Sebagai aturan, pegawai pengelola properti yang menangani dana harus dilindungi oleh ikatan penjamin, diperoleh di hamparan manajer.

3)    Handling Funds

Sebagian besar kontrak (dan kebanyakan undang-undang negara) mewajibkan manajer untuk mengelola rekening bank terpisah untuk dana pemiliknya. Artinya, dana pemilik tidak akan pernah digabungkan dengan dana agen pribadi atau bisnis. Secara tradisional, jika manajer bekerja untuk lebih dari satu pemilik, manajer membuat akun individual untuk setiap klien. Namun, dengan program perangkat lunak saat ini, manajer dapat dengan mudah menyimpan dan melakukan pengeluaran dalam satu rekening bank tanpa adanya banyak akun, cek, dan slip deposit.

4)    Authority to Rent, Operate, and Manage Premises

Ketentuan kontrak harus mencantumkan wewenang agen untuk menyewa, mengumpulkan uang sewa, memberhentikan tenancies, mengembalikan uang jaminan, mengusir penyewa, membawa tindakan hukum untuk pemulihan banyak uang sewa. Yang paling penting adalah wewenang agen untuk menandatangani sewa, karena undang-undang kecurangan di kebanyakan negara bagian tidak menganggap perjanjian sewa lisan lebih dari durasi tertentu (biasanya satu tahun) dapat dilaksanakan. Beberapa pemilik memasukkan klausul dalam kontrak yang membatasi wewenang agen untuk menandatangani sewa sejumlah dolar tertentu atau dalam periode maksimum, seperti lima tahun atau kurang dalam kasus banyak properti komersial. Agen untuk perumahan biasanya memiliki wewenang untuk menandatangani standar sewa untuk jangka waktu maksimum yang ditetapkan oleh pemilik kebijakan.

5)    Expenditures

Pengeluaran untuk perawatan, personalia, dan layanan merupakan ciri inheren dari manajemen properti, namun jumlah yang dikenakan agen tanpa berkonsultasi dengan pemilik harus dinyatakan dalam kontrak. Beberapa kontrak mengandung klausul yang memberi agen kekuatan untuk masuk ke dalam kontrak yang tidak melebihi jumlah tertentu untuk layanan utilitas, penghapusan sampah, pembersihan jendela, atau layanan yang direkomendasikan lainnya. Untuk perlindungan agen, klausul semacam itu harus membawa peringatan yang membuat pemilik bertanggung jawab atas kesepakatan tersebut setelah penghentian kontrak.

6)    Marketing Costs

Periklanan dianggap sebagai bagian dari biaya operasi normal untuk banyak properti dan, karena itu, biasanya dibebankan ke bangunan dan diserap oleh pemiliknya. Jumlah anggaran iklan biasanya direkomendasikan oleh perusahaan manajemen dan disetujui oleh pemiliknya


7)    Agent’s control Over Personnel

Kontrak manajemen juga harus menentukan wewenang agen untuk mempekerjakan dan memecat petugas pemeliharaan untuk tempat itu. Kekuatan ini akan bervariasi dari satu kontrak ke kontrak; Sebagai aturan umum, manajer yang akan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan karyawan bangunan juga harus memiliki wewenang untuk mempekerjakan dan mengawasi mereka. Seorang manajer yang diizinkan untuk menyewa staf operasi biasanya diharapkan tidak hanya untuk mendapatkan pertanggungjawaban dan kompensasi pekerja untuk personil bangunan, tetapi juga untuk mengajukan pengembalian dan laporan lain yang diminta oleh pemilik perusahaan oleh pemerintah federal dan negara bagian. Manajer yang mempekerjakan dan mengawasi karyawan juga harus memutuskan apakah gaji pegawai bangunan dan staf klerus akan dibebankan ke gedung atau operasi manajemen. Biaya ini, yang dapat berdampak besar terhadap laporan keuangan dan tingkat pengembalian, harus dinyatakan secara jelas dalam kontrak.

Satu situasi sulit terjadi ketika pemilik berhak untuk menyewa, mengawasi, dan memecat karyawan yang bekerja di properti tersebut, terutama saat membangun personil telah dipekerjakan oleh pemiliknya untuk jangka waktu yang lama. Jika demikian, manajer propert harus mencari perlindungan melalui klausa yang menyatakan bahwa personil bangunan adalah pegawai pemilik, bukan agennya. Klausul ini harus secara eksplisit menetapkan kewajiban pemilik untuk membayar semua permukiman, penilaian, kerusakan, denda, penghargaan gaji, biaya pengadilan, biaya pengacara, dan biaya lain yang timbul dari tuntutan hukum atas klaim, penyelidikan, atau tuntutan yang mungkin timbul dari dugaan atau Pelanggaran hukum negara bagian atau federal yang sebenarnya.

 

3.2.4      Owner’s Responsibilities, tanggungjawab pemilik

Perjanjian manajemen harus menjelaskan tanggung jawab pemilik atas biaya pengelolaan lain-lain. Pernyataan tersebut harus berisi pernyataan yang jelas yang menunjuk orang yang bertanggung jawab atas setiap item biaya pengelolaan dan perawatan, termasuk yang berikut.

1)    Payroll,

Payroll atau penggajian - perawatan, keamanan, dan pengawasan. Kecuali jika sebelumnya disepakati, kontrak manajemen juga harus menjelaskan apakah manajer atau pemiliknya adalah majikan dari karyawan pemeliharaan. Majikan mungkin tidak benar-benar orang yang sama yang bertanggung jawab untuk mempekerjakan dan mengawasi karyawan.

Beberapa perusahaan manajemen melibatkan pihak ketiga untuk memproses semua dokumen yang diperlukan untuk memenuhi semua persyaratan hukum yang mengatur hubungan majikan-karyawan, termasuk gaji. Karyawan bekerja untuk majikan, pihak ketiga hanya menjalankan semua tanggung jawab sumber daya manusia.

2)    Insurance, Asuransi - premi karyawan dan kesetiaan

Kontrak juga harus menentukan bahwa pemiliknya akan membawa, atas biaya sendiri, kewajiban yang memadai dan asuransi kompensasi pekerja. Pemilik dan manajer harus diberi nama sebagai coinsured pada kebijakan ini, dan pemiliknya harus memberi sertifikat bukti kepada pengelola untuk cakupan tersebut. Untuk perlindungan manajer, sebuah ketentuan harus disertakan agar manajer dapat membeli asuransi tersebut di hamparan pemilik jika sertifikat pertanggungan tidak diproduksi dalam jangka waktu yang wajar. Dalam kepentingan terbaik manajer untuk meninjau ulang kebijakan ini, pemilik biasanya melihat ke manajer untuk bekerja sama dengan agen asuransi untuk menyelesaikan klaim yang mungkin timbul.

3)    Purchasing,

Pembayaran atas nama pemilik. Pemilik aset harus setuju dalam kontrak untuk memberi agen jadwal pembayaran yang harus dilakukan untuk layanan hutang, pajak, penilaian khusus, atau premi asuransi. Manajer kemudian dapat menganggarkan atau menetapkan cadangan untuk barang-barang ini.

4)    Building Repairs, Biaya bangunan dan perbaikan

Penting agar perjanjian manajemen memuat klausul yang mengharuskan pemiliknya melakukan perbaikan dan penggantian yang diperlukan untuk menjaga agar bangunan tetap dalam kondisi lancar dan beroperasi secara efisien. Dengan demikian, pemilik akan bertanggung jawab untuk mematuhi persyaratan perjanjian sewa guna usaha, kode perumahan minimum, dan undang-undang lainnya yang berlaku.

5)    Advertising, Periklanan untuk penyewa

Kontrak manajemen harus memperjelas tanggung jawab periklanan. Umumnya, itu adalah tanggung jawab pemilik dengan perumahan situs yang lebih kecil dan tersebar. Seperti dicatat sebelumnya, periklanan mungkin merupakan biaya pengelolaan di gedung apartemen dan properti komersial yang sangat besar. Jika itu adalah biaya pemilik, batas harus ditetapkan.

6)    Biaya pengelolaan

Biaya manajemen berbeda. Bangunan apartemen tidak menimbulkan masalah manajemen yang sama seperti gedung perkantoran, dan properti di dalam kota memiliki kebutuhan manajemen yang berbeda dengan properti di pinggiran kota. Meskipun demikian, semua kontrak harus menentukan jumlah biaya yang harus dibayar, kapan harus dibayar, dan cara pembayarannya. Meskipun tidak ada peraturan universal untuk menetapkan biaya, dua formula dasar akan dibahas secara rinci di Bab 9.

 

3.2.5      Management Fees

1)    Flat or Fixed fee versus Percentage Fee versus Other Fees

Jenis properti akan menentukan biaya yang sesuai. Biaya tetap per unit mungkin paling tepat saat mengelola kondominium atau kompleks koperasi karena pemilik menginginkan manajemen untuk menanggung biaya, tidak menaikkannya. Persentase biaya adalah insentif yang luar biasa, di sisi lain, bagi manajer untuk berusaha memperbaiki pendapatan bangunan, walaupun biaya minimum dapat ditetapkan untuk melindungi biaya pengelolaan jika pendapatan bangunan turun.

Beberapa pemilik bersedia membayar biaya lump-sum atau bonus saat sebuah kontrak sewa baru dilaksanakan atau jika agen tersebut mencapai tujuan penyewa tertentu.

2)    Commissions to Outside Leasing Agents

Agen manajemen sering bukan satu-satunya agen penyewaan untuk properti, espicialy untuk properti komersial. Terkadang, biaya leasing terbagi antara manajer properti dan broker leasing atau seluruhnya ditahan oleh broker leasing. Dalam kasus lain, pemilik mungkin setuju untuk membayar jumlah tambahan saat agen perantara atau agen luar terlibat. Semua kemungkinan harus didiskusikan dan disepakati dalam perjanjian manajemen semula.

3)    Early Termination

Dalam semua keadaan, manajer harus melihat bahwa kontrak tersebut mengandung klausul yang memberikan kompensasi yang memadai atas sewa yang telah dinegosiasikan oleh manajer, jika pemiliknya ingin mengakhiri kontrak sebelum tanggal pembatalan jadwal. Pemilik harus dapat menghentikan perjanjian pengelolaan atas pemberitahuan pemberitahuan yang disetujui dalam kontrak manajemen, dan agen harus menerima pembayaran untuk menegosiasikan sewa atas nama pemilik sampai tanggal penghentian. Kontrak juga harus berisi ketentuan mengenai prospek terkini yang dengannya perusahaan manajemennya atau sedang dalam negosiasi dan bagaimana perusahaan manajemen diberi kompensasi jika calon pelanggan tersebut menjadi penyewa

4)    Antitrust Issues,

Semua struktur biaya harus dinegosiasikan antara pemilik dan manajer, dan jangka waktu harus dijaga di antara kedua pihak yang melakukan perundingan. Fee smust tidak dibahas dengan perusahaan manajemen properti pesaing lainnya. Jika anggota profesi manajemen properti mencoba mengenakan tingkat yang seragam (atau bahkan tampak seolah-olah mereka mencoba untuk menetapkan tingkat yang seragam), mereka akan melanggar undang-undang antimonopoli stae dan federal. Manajer properti harus selalu dapat mewakili bahwa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan mereka telah ditetapkan secara independen dan harus menghindari diskusi dengan perusahaan pesaing yang bahkan mungkin mengisyaratkan adanya kolusi. Hukuman untuk pelanggaran antiturst meliputi denda, pemenjaraan, atau keduanya

 

3.3        TAKEOVER PROCEDURES

Setelah kontrak antara pemilik dan manajer properti ditandatangani, pengalihan tanggung jawab untuk properti dari pemilik atau manajer saat ini harus dilakukan sesegera mungkin. Pemilik harus bertanggung jawab untuk menyediakan agen pengelola atau pengelola dengan semua data yang diperlukan untuk pengoperasian peroperty yang efisien. Daftar periksa pengambilalihan untuk properti hunian, termasuk sebagian daftar informasi yang dibutuhkan oleh manajer, ditunjukkan pada gambar 3.2. Jika memungkinkan, file elektronik juga harus ditransfer. Selain itu, manajer harus secara pribadi memeriksa setiap inci properti sebagai bagian dari prosedur pengambilalihan

1)    Minimum Information

Paling tidak, manajer harus mendapatkan nama pemilik, alamat, nomor telepon, nomor jaminan sosial atau nomor pajak, dan nomor pekerjaan negara, serta nama, alamat, dan nomor telepon dari pengacara pemilik, akuntan, broker asuransi. , Dan konsultan lainnya untuk properti tersebut. Jika properti itu baru, manajer harus diberi nama arsitek dan perusahaan konstruksi, serta satu set lengkap rencana dan spesifikasi bangunan "sesuai rencana".

Owner harus menyediakan nama dan alamat dari setiap hipotek, serta hipotek dengan asumsi hipotek yang diasumsikan pada properti dan jumlah dan tanggal jatuh tempo pembayaran pinjaman, tagihan pajak real estat, dan polis asuransi yang ada. Pemilik juga harus memberikan salinan semua kontrak untuk layanan, catatan pekerjaan, dan laporan ketenagakerjaan federal dan negara bagian. Catatan harus mencakup upah, periode pembayaran, nomor jaminan sosial, dan tunjangan untuk setiap karyawan Akhirnya, manajer harus mendapatkan nama, alamat, dan nomor telepon kontraktor layanan seperti tukang pipa, tukang listrik, pemasok, pegawai di tempat.

2)    Lease Information

Manajer harus memiliki daftar semua unit sewa, salinan semua sewa, dan jadwal tarif sewa untuk setiap ruang. Selain itu, manajer akan ingin mengetahui rencana tata letak, nama penyewa sekarang, semua data keuangan yang tersedia, arus yang tanggal dimana uang sewa telah dibayarkan, kenakalan sekarang, dan sumber dan jumlah pendapatan tambahan. Dalam banyak kasus, manajer harus menyiapkan jadwal ini dari dokumen dasar karena beberapa pemilik tidak menyimpan catatan yang lengkap dan terorganisir dengan baik.

3)    Accounts Payable

Pemilik (atau perwakilan resmi dari perusahaan pemilik) dan manajer harus mempelajari buku catatan hutang bila perjanjian manajemen dilaksanakan dan menyetujui kewajiban khusus masing-masing pihak untuk biaya. Tagihan yang belum dibayar harus dipatuhi dan para pihak harus menetapkan tanggal pasti dimana manajer akan bertanggung jawab untuk membayar biaya dari dana yang dialokasikan.

Setelah menerima informasi yang diperlukan dari pemiliknya, manajer harus membuat catatan akuntansi. Pemberitahuan pengambilalihan harus diberikan kepada semua pemasok, kontraktor servis, karyawan di tempat, dan penyewa.

 

3.3.1      Transfer of Working Capital Fund

Dana modal kerja untuk biaya operasional sangat penting dan harus berjumlah sama dengan biaya tak terkendali satu bulan, seperti layanan hutang dan gaji. Sebaiknya pemiliknya memasok dana ini. Dalam kasus lain, modal kerja harus berasal dari koleksi sewa saat ini karena manajer baru mengambil alih aset dan liabilitas bangunan; Hal ini dapat dilakukan dengan menahan laba dari operasi beberapa bulan pertama untuk cadangan kontinjensi.

3.3.2      Security Deposits

Akuntansi atas saldo jaminan penyewa sangat penting untuk pengambilalihan apapun. Di banyak negara bagian, kegagalan untuk mengembalikan simpanan atau membayar bunga ketika requird adalah pelanggaran hukum pemilik-penyewa dan alasan tindakan disipliner pemegang hak real estat, dan mungkin juga menimbulkan kerugian moneter yang mahal.

3.3.3      Using Software Management

Ini adalah saat yang tepat untuk mengenalkan penggunaan perangkat lunak komputer untuk mengelola informasi saat mengambil alih properti baru. Terkadang, pemiliknya akan membalik tumpukan kertas dan file kartu resep. Yang lain akan mencetak dokumen kertas dari perangkat lunak mereka sendiri. Dengan sedikit keberuntungan sama sekali, banyak file akan dalam format yang bisa diunggah ke dalam program perangkat lunak manajer.

Bergantung pada program, manajer dapat memasukkan hanya sekali informasi basc diperoleh dari pemiliknya, sehingga meminimalkan memasukkan informasi duplikat. Saat menambahkan properti, beberapa jenis informasi harus dimasukkan:

Ø  Informasi dasar tentang properti seperti alamat, nama pemilik, dll.

Ø  Informasi kontrak manajemen, biaya tetap atau persentase, sumber pendapatan tambahan.

Ø  Saldo awal, termasuk saldo rekening bank dan uang jaminan.

Ø  Biaya berulang penyewa, termasuk biaya sewa dan pet, dan

Ø  Teman sekamar, baik yang bertanggung jawab bersama atau sebagian untuk membayar

 

3.4        CONTINUING OWNER-MANAGER RELATIONS

Setelah bertanggung jawab atas properti tersebut, manajer sekarang harus mulai membangun hubungan yang saling memuaskan dengan pemiliknya. Pemilik (atau perwakilan resmi pemilik) harus mengenal orang atau orang-orang yang benar-benar mengelola properti tersebut, yang mungkin atau mungkin bukan orang yang menegosiasikan perjanjian tersebut. Namun, di banyak perusahaan manajemen besar, jika seorang perwira perusahaan melaksanakan kontraknya, maka bijaksana untuk mengenalkan pemiliknya kepada eksekutif akun khusus untuk properti itu. Untuk menghindari kebingungan, mulai saat ini, hanya satu anggota perusahaan manajemen yang harus berurusan dengan pemiliknya. Eksekutif akun - orang yang paling bertanggung jawab atas properti - dapat membangun hubungan kerja yang mulus dan menguntungkan antara pemilik dan perusahaan manajemen dengan sepenuhnya mengetahui hal-hal spesifik dari lokasi.

3.4.1      Monthly Reports

Kontak pribadi dengan pemilik atau perwakilan pemilik dapat dilakukan melalui kunjungan singkat, telepon, atau email. Surat dan pesan email dapat digunakan untuk menjangkau pemilik yang berada di luar kota dan untuk mengkonfirmasi keputusan yang telah dicapai melalui diskusi pribadi atau percakapan telepon.

Laporan penghasilan bulanan seringkali merupakan sarana utama komunikasi reguler antara manajer dan pemilik atau pemilik perusahaan. Laporan ini biasanya mencakup penerimaan sewa, pendapatan lain-lain, pendapatan kotor, daftar terperinci dari semua pengeluaran dan biaya operasi, jumlah biaya untuk bulan tersebut, uang tunai yang ada di awal bulan, jumlah yang diteruskan ke pemilik, dan saldo kas di tangan . (Laporan pendapatan dan pengeluaran bulanan diperlakukan beberapa lama di Bab 9)

Entah dalam laporan bulanan atau dalam surat terpisah, manajer juga harus memberi tahu pemilik akun tunggakan dan kejadian lain yang berkaitan dengan pengoperasian properti. Yang terpenting, laporan bulanan harus jujur ​​dan cerdas ditulis untuk meyakinkan pemilik bahwa manajer memahami bagaimana semua variabel berinteraksi mempengaruhi pendapatan dari properti.

Manajer dapat menunjukkan ketertarikan pribadi terhadap properti tersebut dengan selalu menyertakan surat lamaran beserta laporan keuangannya. Dalam bulan-bulan rutin, surat tersebut mungkin akan mengatakan tidak lebih dari operasi normal saja. Manajer harus menjelaskan item yang tidak biasa baik dalam kolom kolom pendapatan atau pendapatan. Jika pendapatan normal lebih rendah dari perkiraan pemilik, kemungkinan dia akan berpikir bahwa manajer tersebut telah gagal dalam beberapa hal kecuali jika manajer tersebut menawarkan penjelasan tentang tren pasar atau faktor pengendali lainnya yang masuk akal, jelas, dan meyakinkan. Jika pendapatan bulanan lebih besar dari perkiraan, manajer harus menjelaskan barang-barang yang tidak biasa baik dalam pendapatan atau perluasan properti.

3.4.2      Ongoing Contract

Manajer peroperty yang sukses harus memiliki kemampuan untuk mengelola hubungan manusia, dan komunikasi yang efektif adalah bagian besar dari aspek pekerjaan manajer properti ini. Manajer harus mengetahui jenis dan frekuensi komunikasi apa yang diinginkan pemilik dan bagaimana memenuhi kebutuhan itu. Kontaknya mungkin melalui telepon, dokumen tercetak melalui faksimile atau surat A.S., atau melalui email.

Kemampuan manajer untuk merawat properti, ditambah dengan niat baik yang timbul dari kontak pribadi dengan pemiliknya, akan membangun hubungan bisnis yang langgeng dan saling menguntungkan antara para pihak. Manajer harus mengetahui jenis informasi yang penting bagi pemiliknya dan memastikan informasi tersebut sesuai. Selanjutnya, manajer properti harus dapat menangani secara efektif berbagai kepribadian dan temperamen. Tingkat ketelitian atau keteguhan yang berbeda dibutuhkan untuk berbagai tipe orang, dan mempertahankan hubungan kerja yang

3.4.3      E-mail Etiquettel

Semakin banyak manajer dan pemilik lebih memilih untuk berkomunikasi melalui email. Manajer harus memastikan bahwa pemilik (s) mengerti bagaimana membuka lampiran, yang umumnya merupakan laporan keuangan.

Aturan etiket tertentu berkenaan. Penggunaan ALL CAPS menghina banyak penerima, karena penggunaan menunjukkan kemarahan atau teriakan. Subjek komunikasi harus singkat tapi jelas dinyatakan dalam baris "subjek". Tanggapan harus ditenderkan dalam waktu 24 jam atau kurang. Setiap pesan harus diperiksa ejaan sebelum dikirim. Termasuk daftar panjang alamat email di awal email sama-sama mengganggu dan melepaskan informasi pribadi, yaitu alamat email. Saat mengirim email ke beberapa penerima, manajer harus menggunakan "bcc" sebagai metode untuk "menyembunyikan" alamat email. Semua program email memiliki fitur.


Dari Buku ;

Kyle R., Baird F. and Spodek M. (2004), Property management, 7th edition, Dearborn FinancialPublishing Inc. (KBS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar