Sabtu, 22 Desember 2018

UJI VALIDITAS & RELIABILITAS BUTIR SOAL DENGAN KORELASI PRODUCT MOMENT MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS16 (bagian 1; Input & Olah Data)

 I.               PENDAHULUAN

Pengambilan data menggunakan angket harus melalui beberapa tahapan. Tahapan sebelum data di ambil adalah melakukan uji apakah angket atau instrumen yang digunakan valid atau tepat digunakan untuk melakukan pengukuran dan reliable atau dapat dipercaya. Uji validitas dan Uji reliabilitas instrument menjadi tahapan awal sebelum pengambilan data dan langkah penelitian dilanjutkan.

Laporan tugas ini akan menampilkan tahapan Uji Validitas instrument dan Uji Reliabilitas Instrumen sebelum instrumen digunakan untuk mengambil data dengan menggunakan program SPSS16 disertai dengan tahapan – tahapan yang dilakukan untuk melakukan Uji validitas – reliabilitas sampai menghasilkan tampilan analisis data  pada program SPSS16 tersebut.

1.1        PROGRAM SPSS

SPSS (Statistical Product and Service Solutions) dibuat untuk mengolah data statistic. SPSS pada awalnya merupakan singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences dibuat oleh Norman H. Nie, C. Hadlai Hull dan Dale H. Bent pada tahun 1968 dengan mengoperasikan software pada computer mainframe. Saat awal pembuatan SPSS Program ini popular karena penerbit McGraw-Hill menerbitkan user manual SPSS. SPSS muncul pertama kali muncul dengan versi PC dan computer desktop pada tahun 1984 dengan nama SPSS/PC dan tahun 1992 mengeluarkan versi Windows serta mengikuti perkembangan dalam pasar dengan software house lainnya dan mengikuti kebutuhan dari penggunanya sehingga saat ini fungsi SPSS jauh lebih luas dan singkatannya berubah menjadi Statistical Package for the Social Science. Saat ini SPSS sudah lebih luas ke data mining atau eksplorasi data yang telah terkumpul untuk melakukan analisis prediksi (predictive analytic) (Ghozali, 2008;8).

SPSS yang digunakan di Indonesia saat ini sudah berkembang cukup pesat seiring dengan perkembangan Windows dan perangkat keras lainnya. Tugas ini disusun dengan menggunakan SPSS16 yang lebih compatible dengan komputer penyusun dan lebih mudah dijalankan dibandingkan menggunakan IBM SPSS19 dan generasi setelahnya.

1.2        UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

1.2.1      Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau validnya suatu instrument (dalam hal ini kuesioner/angket) (Ghozali, 2011;52). Instrument dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh kuesioner tersebut.

Ghozali (2011;52) menyebutkan ada 3 (tiga) cara dalam melakukan Uji validitas yaitu (1) melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variable; (2) melakukan korelasi bivariate antara masing – masing skor indicator dengan skor total konstruk; dan (3) uji dengan confirmatory factor analysis (CFA). Laporan ke – 4 ini akan melakukan Uji Validitas instrumen dengan cara pertama yaitu melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan menggunakan korelasi product moment pada SPSS16.

1.2.2      Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data. Ghozali (2011;47) menyebutkan bahwa reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variable atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Ghozali (2011;48) menyebutkan ada 2 (dua) cara dalam melakukan pengukuran reliabilitas, yaitu dengan cara (1) Repeated Measure atau pengukuran ulang, yaitu seseorang/responden akan diberikan pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda sehingga dapat dilihat apakah ada konsistensi dalam memberikan jawaban; (2) One Shot atau pengukuran sekali dan hasil pengukurannya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas instrument dengan uji statistic Cronbach’s Alpha (α). Suatu konstruk atau variable dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha > 0,70.

II.            PEMBAHASAN

2.1        INPUT DATA

Input data dilakukan dengan menggunakan bantuan program MS Excel untuk lebih memudahkan atau mempercepat proses input karena banyak pengguna lebih familier dan program MS Excel lebih fleksibel dalam pengoperasian input data. Pada tugas ini, dimulai dengan memasukkan data ke excel seperti tampilan dibawah ini ;










Setelah melakukan input data dari angket dengan menggunakan program MS Excel, data di copy ke SPSS16 dengan tampilan sebagai berikut ;










 
ada dua view dalam SPSS, yaitu (1) data view, dan (2) variable view. Data view digunakan untuk memasukkan data yang akan di analisis seperti tampilan di atas. Sedangkan untuk variable view digunakan untuk memberikan nama variable dan pemberian koding seperti tampilan dibawah ini ;





-     











Name digunakan sebagai nama item atau nomor butir soal yang akan dianalisis 

Type menunjukkan tipe data apakah dalam bentuk numeric (angka) atau string (karakter huruf), dalam tugas ini menggunakan numeric dari angket motivasi dalam skala 1-4

Width adalah banyaknya karakter dari data, apakah 2digit, 3 digit

Decimals digunakan untuk input berapa decimal dibelakang koma. Laporan tugas ini tidak menggunakan decimal

Label digunakan untuk merincikan name

Values digunakan untuk variable yang menggunakan kategori (digunakan pada tugas berikutnya)

 Missing adalah data yang dianggap hilang atau tidak diikutkan dalam proses analisis, dalam laporan ini dipilih none artinya tidak ada data yang akan dihilangkan

Column adalah lebar kolom data sehingga tampilan pada data view menjadi lebih rapi

Align berfungsi sama dengan align pada program MS Excel/MS Word, untuk meletakkan posisi data apakah left/center/right

Measure adalah skala pengukuran dari variable yang bersangkutan. Scale dipilih untuk data interval dan ratio.

2.2        PENGOLAHAN DATA

Langkah – langkah dalam tahap pengolahan data dari SPSS setelah input data melalui data view dan memperbaiki tampilan data melalui variable view, maka langkah analisis selanjutnya adalah melakukan analisis data yaitu (1) Uji Validitas instrumen yang digunakan, dan (2) Uji Reliabilitas instrumen

2.2.1      UJi Validitas

Uji validitas dilakukan dengan tahapan Analyze > Correlate > Bivariate >klik variabel X dan Y ke kotak Variables > Options > means and Standart Deviation > Cross Product Deviations and Covariance > Continue > Ok. Tampilan pada SPSS16 adalah sebagai berikut ;



Output pada SPSS16 adalah sebagai berikut ;


Analisis data output akan menggunakan data output pada Lampiran 4 halaman 24

2.2.2      Uji Reliabilitas

Untuk menghitung reliabilitas tes dengan menu Analyze > Scale > Reliability Analysis > klik Item ke kotak Variables > Statistics > Item ; Scale ; Summaries ; Correlations > Continue > Model Alpha  > Ok



Nilai Cronbach’s Alpha pada table Reliability Statistics ditafsirkan dengan kriteria sebagai berikut (Yuli Prihatni; 2019)

<0,200

Sangat rendah

0,200 – 0,399

Rendah

0,400 – 0,599

Cukup

0,600 – 0,799

Tinggi

0,800 – 1.000

Sangat tinggi

Sumber ; Yuli Prihatni (2019;36)

2.3        PENYAJIAN DATA (TAMPILAN PADA SPSS)

Hasil data secara keseluruhan terlampir pada lampiran 4 (hal.24). tampilan pada program SPSS adalah sebagai berikut ;


Catatan ; ouput lengkap ada di Lampiran 4 halaman 25-26

Lanjut pada Analisa Data SPSS 16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar