Senin, 24 Desember 2018

ANALISIS KORELASI BIVARIATE 2 VARIABEL X MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS (Bagian 3; Olah Data & Analisis)

  PENGOLAHAN / PROSES ANALISIS DATA

Langkah-langkah dalam melakukan analisis korelasi bivariat 2 variabel menggunakan program SPSS16 adalah sebagai berikut ; 

menu Analyze > Correlate > Bivariate >klik variabel X dan Y ke kotak Variables > Options > means and Standart Deviation > Cross Product Deviations and Covariance > Continue > OK 


tampilan yang akan muncul pada SPSS16 adalah sebagai berikut ;


PENYAJIAN DAN ANALISA DATA

Tampilan output data pada SPSS adalah sebagai berikut ;Correlations

 

 

MOTIVASI

PRESTASI BELAJAR

MOTIVASI

Pearson Correlation

1

-.082

Sig. (2-tailed)

 

.418

N

100

100

PRESTASI BELAJAR

Pearson Correlation

-.082

1

Sig. (2-tailed)

.418

 

N

100

100

 

Koefisien korelasi antara Motivasi dengan Prestasi Belajarnadalah sebesar  -0,082 dengan sig. (2-tailed) 0,418. Nilai korelasi atau disimbolkan dengan Rxy dengan N = 100 dibandingkan dengan tabel adalah R1%=  0,256 dan R5% =  0,195 maka nilai 0,082 lebih kecil dibandingkan Rxy (Rhit < Rtab) adalah tidak signifikan dan memiliki pengaruh negatif.

 

Correlations

 

 

 

PRESTASI BELAJAR

DISIPLIN BELAJAR

PRESTASI BELAJAR

Pearson Correlation

1

.199*

Sig. (2-tailed)

 

.047

N

100

100

DISIPLIN BELAJAR

Pearson Correlation

.199*

1

Sig. (2-tailed)

.047

 

N

100

100

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

 

 

 

Koefisien korelasi antara variable Disiplin Belajar dengan Prestasi adalah sebesar 0,199* dengan sig. (2-tailed) 0,047. Nilai korelasi atau disimbolkan dengan Rxy dengan N = 100 dibandingkan dengan tabel R1%=  0,256 dan R5% =  0,195 maka nilai Rxy (Rtab < Rhit) adalah signifikan (0,195 < 0,199 < 0,256). Jika dilihat dari nilai sig (2-tailed) 0,047 < 0,05 maka ada hubungan positif antara dua variabel.



Jumlah sampel pada analisis ini adalah 100 siswa, dengan nilai rata-rata motivasi sebesar 74,33. Disiplin belajar 99,12 dan skor prestasi belajar sebesar 32,90. Dengan standar deviasi motivasi sebesar 6,029, standar deviasi disiplin belajar 7,652 dan standar deviasi prestasi belajar sebesar 4,724.

Table korelasi menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi menunjukkan resume hubungan negatif antara Motivasi dan Prestasi terlihat pada skor pearson correlation -0,082. Hubungan positif antara Disiplin Belajar dan Prestasi belajar dengan korelasi sebesar 0,199* pada taraf signifikansi (2-tailed) sebesar 0,047 < 0,05 sehingga dapat dipercaya. Sedangkan motivasi dan disipilin belajar tidak saling mempengaruhi dilihat dari nilai koefisien korelasi 0,000 atau tidak dapat dilakukan analisis hubungan.


KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis data ini adalah sebagai berikut ;

1)           Tidak ada hubungan atau pengaruh antara Motivasi dengan Prestasi Belajar siswa.

2)     Ada hubungan atau pengaruh positif antara disiplin belajar dengan prestasi belajar. Hubungan ini bersifat signifikan dan dapat dipercaya.

3)         Variable Motivasi dan variable Disiplin tidak saling mempengaruhi


DAFTAR PUSTAKA

Ali Muhson,. (2012). Materi Pelatihan Analisis Statistik dengan SPSS. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi UNY

Imam Ghozali., (2008). Desain Penelitian Eksperimental; Teori, Konsep dan Analisis Data dengan SPSS 16.0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Imam Ghozali., (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Supriyoko. (2019). Bahan Kuliah Statistik Terapan. Yogyakarta : PEP UST

Yuli Prihatni., Sehat K., Rahayu RN., (2019). Analisis Data dengan Komputer. Parama Publishing, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar